Dean Zandbergen makin menunjukkan performa mengesankan menjelang panggilan timnas Indonesia.
Pemain berdarah campuran ini mulai menjadi sorotan jelang persiapan skuad Garuda menuju Piala AFF 2026.
Baca Juga
Timnas Indonesia bertekad meraih gelar juara pada turnamen dua tahunan tersebut.
Ambisi ini bukan sekadar harapan, melainkan target konkret yang dicanangkan oleh PSSI.
Trofi Piala AFF 2026 diharapkan bisa membawa pulang kebanggaan bagi sepak bola Tanah Air.
Selama ini, Indonesia kerap terhenti sebagai finalis tanpa mampu mengangkat trofi.
Kini, misi utama adalah memutus dominasi negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam.
Shin Tae-yong sebelumnya pernah memberikan analisis soal mentalitas pemain lokal.
Meski kini ia tak lagi menjabat, pendekatannya masih menjadi bahan evaluasi pelatih anyar.
John Herdman, pelatih baru timnas Indonesia, tengah membangun strategi untuk mencapai target juara.
Ia menyadari bahwa lini depan timnas masih menjadi titik lemah yang harus segera diperbaiki.
Ketergantungan pada sosok seperti Ole Romeny dinilai terlalu berisiko untuk turnamen level tinggi.
Apalagi Piala AFF bukan agenda resmi FIFA, sehingga pemain yang berkarier di luar negeri belum tentu bisa dipanggil.
Hal ini membuat Herdman harus lebih mengandalkan pemain lokal dari BRI Liga 1.
Saddil Ramdani dikabarkan bakal kembali dipanggil untuk memperkuat lini serang timnas.
Pemain asal Sulawesi Utara itu punya pengalaman internasional dan kemampuan dribel yang tajam.
Kembalinya Saddil bisa jadi kunci dalam membangun kombinasi ofensif bersama pemain lain.
Beberapa pihak menilai duet antara Dean Zandbergen dan Saddil Ramdani layak dicoba.
Gabungan kecepatan, teknik, dan insting menyerang keduanya bisa memberi dimensi baru bagi tim.
Pengamat sepak bola nasional, Gita Suwondo, juga memberikan masukan strategis kepada pelatih.
Ia menyarankan agar John Herdman mempertimbangkan Eksel Runtukahu dari Persija Jakarta.
Runtukahu dinilai punya ketajaman mencetak gol yang dibutuhkan saat rotasi penyerang.
Selain lini depan, posisi kiper juga menjadi sorotan setelah absennya Maarten Paes.
Nadeo Argawinata tetap menjadi andalan, namun kompetisi sehat diperlukan untuk menjaga performa.
Cahya Supriadi dari PSIM Yogyakarta disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat pengganti.
Performa impresifnya di Liga 2 membuat namanya mulai mencuat di kancah nasional.
Persaingan antar pemain lokal diyakini bisa meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan.
Piala AFF 2026 akan menjadi ujian sekaligus momentum bagi generasi baru timnas Indonesia.
Melawan negara kuat seperti Thailand tetap menjadi tantangan terbesar.
Namun, dengan persiapan matang dan komposisi tepat, peluang juara bukan hal mustahil.
Dukungan suporter juga diharapkan bisa menjadi tambahan semangat selama turnamen berlangsung.
Keberhasilan di Piala AFF bisa menjadi batu loncatan menuju pentas lebih besar seperti Piala Asia.
Timnas Indonesia kini tidak hanya ingin dikenang sebagai spesialis runner-up.
Targetnya jelas: berdiri di podium tertinggi dan mengangkat trofi dengan bangga.









