Mykhailo Mudryk, pemain sayap Chelsea, telah resmi mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) atas hukuman larangan bermain selama empat tahun yang dijatuhkan oleh Football Association (FA).
Hukuman tersebut terkait kasus doping yang melibatkan zat terlarang meldonium yang ditemukan dalam sampel urine Mudryk.
Baca Juga
Pengajuan banding dilakukan pada tanggal 25 Februari 2026, menandai langkah hukum formal dari sang pemain untuk menantang keputusan FA.
FA sebelumnya memberikan sanksi sementara kepada Mudryk pada Desember 2024 setelah hasil tes awal menunjukkan adanya kandungan meldonium.
Kasus ini bermula saat Mudryk memberikan sampel urine pada Oktober 2024 saat membela tim nasional Ukraina.
Meldonium dikenal sebagai zat yang dapat meningkatkan daya tahan dan kapasitas pernapasan atlet, sehingga masuk daftar larangan World Anti-Doping Agency (WADA).
Pemain berusia 25 tahun itu resmi didakwa oleh FA pada Juni 2025 setelah proses investigasi yang panjang.
Keputusan akhir dari proses disipliner FA menjatuhkan hukuman empat tahun larangan bermain, yang secara langsung mengancam masa depan kariernya.
CAS telah mengonfirmasi penerimaan banding dari Mudryk dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada BBC Sport.
Saat ini, proses hukum berada dalam tahap pertukaran dokumen tertulis antara pihak-pihak terkait.
Jadwal sidang hingga kini belum ditentukan oleh CAS.
Dalam pernyataannya, CAS menyatakan bahwa kedua belah pihak sedang mempersiapkan argumen hukum secara tertulis sebelum sidang digelar.
Chelsea sebagai klub yang menaungi Mudryk memilih untuk tidak memberikan komentar publik mengenai kasus ini.
Pihak klub menegaskan bahwa mereka tidak akan berkomentar selama proses hukum masih berlangsung.
Mudryk sendiri telah membantah menggunakan zat terlarang secara sengaja.
Dia menyatakan bahwa dirinya tidak berniat untuk melakukan doping dan menganggap terpaparnya meldonium bisa jadi berasal dari sumber eksternal, termasuk dugaan kontaminasi makanan.
Sebelumnya sempat muncul spekulasi bahwa zat tersebut mungkin berasal dari konsumsi daging sapi yang terkontaminasi, meski hal ini masih menunggu verifikasi ilmiah.
Kasus ini menjadi sorotan internasional karena melibatkan pemain muda berbakat dari klub besar Eropa.
Masa depan karier Mudryk saat ini berada dalam ketidakpastian hingga ada keputusan final dari CAS.
Beberapa klub dari luar Inggris, termasuk dari Liga Jerman, dikabarkan mengamati situasi ini sebagai peluang potensial.
FA tetap pada posisinya bahwa aturan anti-doping harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Keputusan CAS nantinya akan menjadi penentu apakah hukuman tersebut akan dikurangi, dibatalkan, atau dipertahankan.
Proses banding di CAS diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan ke depan.
Komunitas sepak bola internasional menantikan hasil akhir dari kasus ini sebagai preseden penting dalam penegakan aturan doping.
Publik juga menunggu klarifikasi lebih lanjut mengenai kemungkinan kontaminasi silang yang bisa memengaruhi hasil tes atlet.
Kasus Mudryk menjadi salah satu yang paling mengemuka dalam isu doping di dunia sepak bola tahun 2026.
Dukungan dari rekan satu tim dan suporter Chelsea terus mengalir kepada Mudryk selama proses hukum berlangsung.
FA dijadwalkan akan merilis dokumen lengkap terkait temuan investigasi dalam waktu dekat.
Sementara itu, WADA menyatakan siap memberikan pendampingan teknis jika dibutuhkan dalam proses CAS.
Keputusan akhir dari CAS akan mengikat dan tidak dapat diajukan banding lebih lanjut.








