Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja mulai memadati lapangan Monas untuk merayakan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para buruh hadir dari sejumlah serikat pekerja seperti KSPSI, FSPMI, dan organisasi buruh lainnya.
Baca Juga
Sebelum acara utama dimulai, suasana dibuka dengan penampilan grup band Kotak yang mengajak seluruh peserta bernyanyi bersama.
Sorak sorai terdengar dari kerumunan buruh yang antusias menyambut perayaan tersebut.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Ahmad Qodari sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah berdiri bersama pekerja dan buruh.
Ia menekankan bahwa negara hadir sebagai pelindung pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja.
Menurut Qodari, kesejahteraan pekerja dan kesehatan dunia usaha bukanlah hal yang saling bertentangan.
Ia menjelaskan bahwa keduanya merupakan dua sisi dari satu tujuan yang sama.
“Kalau dunia usahanya nggak sehat, nggak bisa gajian. Demikian pula sebaliknya,” ujarnya.
Qodari menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026.
“Presiden Prabowo insyaallah diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan dilaksanakan di Monumen Nasional,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Qodari di kantornya pada Rabu, 29 April 2026.
Sebelumnya, tokoh buruh sekaligus Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat memperkirakan sekitar 300 ribu buruh akan menghadiri apel May Day 2026.
Jumhur juga menyebut Presiden RI Prabowo Subianto berencana hadir dalam perayaan May Day di Monas.
Peringatan May Day 2026 menjadi momentum penting bagi kalangan buruh untuk menyuarakan aspirasi dan merayakan perjuangan mereka.









