Presiden Prabowo Subianto hadir dalam peringatan Hari Buruh Internasional di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Mei 2026.
Ia tiba di lokasi menggunakan kendaraan produksi dalam negeri, Maung buatan PT Pindad.
Baca Juga
Saat tiba, Prabowo tampak berdiri melalui sunroof kendaraan sambil melambaikan tangan kepada para buruh yang telah memadati area.
Ia juga menyempatkan diri berjabat tangan dengan sejumlah peserta aksi yang berada di dekat jalur masuk Monas.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan keprihatinannya terhadap sebagian orang berpendidikan tinggi yang menyalahgunakan kecerdasannya.
Menurutnya, banyak individu yang semakin tinggi pangkatnya justru semakin tidak jelas perilakunya.
“Yang saya sedih, orang semakin tinggi pangkat, banyak yang semakin enggak jelas,” ujar Prabowo.
Ia mengaku heran melihat fenomena orang yang semakin pintar justru digunakan untuk kegiatan yang merugikan rakyat.
“Saya heran, semakin pintar, banyak yang pintar maling. Enggak habis pikir aku,” tambahnya.
Prabowo menekankan pentingnya kejujuran dan integritas, terutama bagi mereka yang menduduki posisi penting di pemerintahan maupun sektor publik.
Ia mengungkapkan rasa haru bisa berada di tengah para pekerja yang mencari nafkah secara halal dan jujur.
Menurutnya, para buruh, petani, dan nelayan adalah sosok yang patut dihormati karena mengandalkan tenaga dan keringat sendiri.
“Seorang bekerja dengan halal. Seorang berjuang untuk anaknya, untuk istrinya. Tiap hari. Seorang yang bekerja dengan jujur,” ucapnya.
Prabowo menilai, masyarakat kecil yang hidupnya penuh tantangan justru menunjukkan ketulusan dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan.
“Para pekerja, para petani, para nelayan justru yang hidupnya susah, mereka adalah orang-orang jujur, orang-orang yang ikhlas,” tegasnya.
Kehadiran Prabowo di acara tersebut menunjukkan komitmennya terhadap isu ketenagakerjaan dan kesejahteraan rakyat kecil.
Peringatan Hari Buruh tahun 2026 menjadi momentum bagi pemerintah untuk mendengarkan aspirasi para pekerja dari berbagai sektor.
Sejumlah isu seperti upah layak, perlindungan hukum, dan jaminan sosial turut menjadi perhatian dalam perhelatan tersebut.
Acara di Monas dihadiri oleh ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja yang berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek.









