Dishub DKI Kerahkan 600 Personel Tertibkan Parkir Liar di Lima Wilayah Jakarta

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mulai menggelar operasi penertiban parkir liar secara serentak di lima wilayah kota administrasi pada Senin (8/6). Sebanyak 600 personel gabungan diterjunkan dalam operasi yang akan berlangsung selama sepekan.

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Satpol PP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, TNI, dan Polri.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan sebagai sarana mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi praktik parkir liar yang selama ini menjadi penyebab kemacetan.

“Sebanyak 600 personel akan melakukan penertiban parkir liar dan juru parkir liar secara serentak di lima kota di Jakarta,” ujar Budi saat memimpin apel operasi di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Setelah pelaksanaan selama satu pekan penuh, operasi akan dilanjutkan tiga kali dalam sepekan pada pekan kedua dan dua kali dalam sepekan pada pekan ketiga sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh.

Dalam penindakan di lapangan, petugas akan menerapkan Operasi Cabut Pentil (OCP) terhadap kendaraan yang parkir di lokasi terlarang serta melakukan penderekan bagi kendaraan yang melanggar aturan.

Dishub juga mengimbau masyarakat untuk tidak memarkir kendaraan di area yang telah dipasang rambu larangan parkir maupun larangan berhenti.

Selain kendaraan, petugas turut menertibkan juru parkir liar yang kerap mengarahkan pengendara untuk parkir di lokasi terlarang. Disdukcapil dan Dinas Sosial akan melakukan verifikasi data kependudukan terhadap juru parkir yang terjaring operasi.

Bagi juru parkir liar yang bukan warga Jakarta, akan dilakukan pemulangan ke daerah asal melalui koordinasi dengan Dinas Sosial. Sementara warga ber-KTP Jakarta akan mendapatkan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Operasi penertiban difokuskan di 15 titik rawan parkir liar yang tersebar di lima wilayah Jakarta, meliputi kawasan Cengkareng, Kalideres, Kembangan, Kebon Sirih, Jalan KH Wahid Hasyim, Thamrin City, Casablanca, Jalan HR Rasuna Said, Jalan Prof Dr Satrio, Kelapa Gading, Pademangan, Tanjung Priok, Jatinegara Timur, Jatinegara Barat, hingga kawasan Stasiun Jatinegara.

Menurut Budi, keterbatasan kantong parkir masih menjadi salah satu tantangan di Jakarta. Karena itu, pengawasan dan penertiban akan terus dilakukan guna menciptakan ketertiban lalu lintas serta memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.

Author Image

Author

Dika Arkana

https://cuths.com/societies/big-band/ https://ceria158link.pages.dev/ https://cooleyscomfort.com/about-us/ https://cooleyscomfort.com/services/ https://cooleyscomfort.com/qualifications/ https://cooleyscomfort.com/mesa/ https://cooleyscomfort.com/reviews/ https://cooleyscomfort.com/join-our-team/ https://cooleyscomfort.com/special-offers/ https://cooleyscomfort.com/financing/ https://cooleyscomfort.com/memberships/ https://cooleyscomfort.com/videos/ https://cooleyscomfort.com/referral-program/ https://cooleyscomfort.com/contact-us/ https://cooleyscomfort.com/service-area/ https://parkridgepaintingservice.com/ https://anvatace.com/tong-quan-ve-doanh-nghiep/ https://anvatace.com/gioi-thieu-chung/ https://anvatace.com/shop/ https://anvatace.com/trang-chu/ https://anvatace.com/lien-he/ https://anvatace.com/gioi-thieu/