Friendster Bangkit Kembali dengan Konsep Pertemanan Berbasis Dunia Nyata

Nama Friendster kini kembali mencuat setelah sekian lama tenggelam dalam ingatan pengguna internet masa lalu.

Situs jejaring sosial yang pernah populer di awal 2000-an ini diam-diam dihidupkan kembali oleh seorang programmer dan pengusaha bernama Mike Carson.

Carson membeli domain Friendster.com pada Oktober 2023 setelah menemukan bahwa domain tersebut sempat menjadi barang lelang di platform gname.com.

Ia mengakuisisi domain tersebut dengan nilai setara USD 30.000, termasuk pembayaran dalam Bitcoin senilai USD 20.000 dan pertukaran domain lain yang menghasilkan pendapatan tahunan sekitar USD 9.000.

Selain domain, Carson juga berhasil mendapatkan hak merek dagang Friendster setelah proses hukum yang selesai pada 13 Mei 2025.

Tujuannya bukan sekadar memiliki nama lama, melainkan menghidupkan kembali esensi positif dari media sosial zaman dulu.

Carson mengingat Friendster sebagai platform yang menyenangkan meski sering lambat, berbeda dengan media sosial modern yang dinilainya penuh aspek negatif.

Ia ingin menciptakan jejaring sosial yang positif, menyenangkan, dan benar-benar bermanfaat bagi pengguna.

Versi baru Friendster tidak mengandalkan algoritma, iklan, atau penjualan data pengguna seperti kebanyakan platform saat ini.

Awalnya, Carson meluncurkan versi dasar situs Friendster.com dan mengundang pengguna dari daftar tunggu.

Namun, pendekatan awal tersebut belum cukup menarik minat masyarakat luas.

Ia kemudian mengembangkan konsep unik melalui aplikasi Friendster yang tersedia di App Store untuk perangkat iOS.

Fitur utama aplikasi ini mewajibkan dua pengguna untuk berada sangat dekat secara fisik dan mengetuk ponsel mereka bersamaan agar bisa berteman.

Ini merupakan cara untuk memastikan koneksi yang terbentuk adalah pertemanan nyata, bukan sekadar interaksi virtual.

Konsep ini juga mendukung dua prinsip utama dalam Friendster baru: friend of a friend dan weakening of connections.

Fitur friend of a friend memungkinkan pengguna melihat teman dari teman mereka dan mengirim pesan.

Sementara weakening of connections berarti hubungan pertemanan akan melemah jika dua pengguna tidak melakukan tap ponsel dalam jarak dekat selama satu tahun.

Menurut Carson, ini bukan hukuman, melainkan pengingat lembut bahwa persahabatan sejati perlu dirawat secara langsung.

Saat ini, Friendster belum fokus pada monetisasi dan hanya berusaha menutupi biaya operasional.

Ke depan, ada kemungkinan layanan menawarkan paket berbayar dengan fitur premium, meski belum ada keputusan final.

Kembalinya Friendster membawa nuansa nostalgia sekaligus inovasi dalam cara membangun hubungan digital.

Platform ini mencoba menawarkan alternatif dari media sosial yang didominasi algoritma dan konten viral.

Dengan pendekatan yang mengedepankan kehadiran fisik dan koneksi autentik, Friendster berusaha menemukan tempatnya kembali di dunia digital 2026.

Author Image

Author

Dika Arkana

https://cuths.com/societies/big-band/ https://ceria158link.pages.dev/ https://cooleyscomfort.com/about-us/ https://cooleyscomfort.com/services/ https://cooleyscomfort.com/qualifications/ https://cooleyscomfort.com/mesa/ https://cooleyscomfort.com/reviews/ https://cooleyscomfort.com/join-our-team/ https://cooleyscomfort.com/special-offers/ https://cooleyscomfort.com/financing/ https://cooleyscomfort.com/memberships/ https://cooleyscomfort.com/videos/ https://cooleyscomfort.com/referral-program/ https://cooleyscomfort.com/contact-us/ https://cooleyscomfort.com/service-area/ https://parkridgepaintingservice.com/ https://anvatace.com/tong-quan-ve-doanh-nghiep/ https://anvatace.com/gioi-thieu-chung/ https://anvatace.com/shop/ https://anvatace.com/trang-chu/ https://anvatace.com/lien-he/ https://anvatace.com/gioi-thieu/