Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan komitmennya untuk memperkuat infrastruktur digital dalam menghadapi era kecerdasan buatan (AI).
Fokus utama pemerintah saat ini adalah memeratakan pembangunan pusat data dan mencetak talenta digital yang kompetitif.
Baca Juga
Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan bahwa kebijakan ke depan bertujuan memperkuat ekosistem data center nasional sebagai aset digital strategis.
Pemerintah ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi global.
Wayan menekankan pentingnya redistribusi infrastruktur digital yang selama ini masih terkonsentrasi di wilayah Barat Indonesia.
Ke depan, pemerintah mendorong ekspansi pembangunan pusat data ke wilayah lain untuk menciptakan pemerataan akses.
Data center kini bukan lagi sekadar fasilitas penyimpanan, melainkan menjadi tulang punggung ekonomi digital dan fondasi utama pengembangan AI.
Komdigi ingin mendorong Indonesia menjadi hub data center di kawasan regional.
Dalam upaya tersebut, Komdigi mengusung konsep Green Data Center untuk memastikan pembangunan infrastruktur tetap berkelanjutan dan efisien secara energi.
Wayan juga menekankan pentingnya kedaulatan data di tengah keterbukaan terhadap investasi asing.
Selain infrastruktur fisik, kunci sukses transformasi digital terletak pada kualitas sumber daya manusia (SDM).
Melalui kolaborasi lintas kementerian dan industri, pemerintah menargetkan penciptaan talenta digital yang mampu menjadi produsen inovasi, bukan hanya pengguna.
Infrastruktur tidak akan berdampak optimal tanpa SDM yang unggul.
Target pemerintah adalah menjadikan Indonesia sebagai produsen inovasi digital yang kompetitif di tingkat global.
Dari sisi regulasi, Komdigi berkomitmen menciptakan aturan yang adaptif dan tidak menghambat inovasi.
Optimalisasi spektrum frekuensi untuk AI dan perlindungan data pribadi menjadi prioritas dalam penyusunan kebijakan ke depan.
Wayan mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari akademisi hingga pelaku industri, untuk bergerak bersama.
Pemerintah memposisikan diri sebagai dirigen yang memastikan sinergi antar pihak berjalan secara terintegrasi.
Pemerintah optimistis bahwa dengan langkah-langkah strategis ini, Indonesia dapat bertransformasi dari pasar digital besar menjadi pemain utama dalam ekosistem digital global.
Komdigi sedang menyiapkan master plan untuk pembangunan pusat data swasta maupun publik.
Rencananya, pembangunan pusat data tidak lagi terpusat di wilayah Barat, tetapi juga dikembangkan di wilayah Timur Indonesia.
Pembangunan pusat data di wilayah baru harus memenuhi syarat infrastruktur yang ketat.
Ketersediaan jaringan serat optik, sistem kabel laut, serta pasokan listrik dan air menjadi pertimbangan utama.
Komdigi terus berkoordinasi dengan kementerian terkait, termasuk Kementerian Perdagangan, untuk menyinkronkan regulasi perizinan pusat data.
Perizinan pusat data melibatkan banyak aspek, mulai dari izin mendirikan bangunan hingga urusan lingkungan hidup.
Koordinasi lintas kementerian dilakukan untuk memastikan proses perizinan lebih terintegrasi dan efisien.








