Rumor mengenai kehadiran smart glass dari Samsung semakin menguat setelah munculnya bukti baru dari dalam ekosistem perangkat mereka.
Aplikasi Nearby Device Scanning milik Samsung dikabarkan telah diperbarui dengan menyertakan referensi eksplisit terhadap Galaxy Glasses.
Baca Juga
Pembaruan tersebut terlihat pada catatan perubahan atau changelog yang mencantumkan fitur ‘Glasses quick pair’ sebagai bagian dari dukungan perangkat terdekat.
Selain itu, changelog juga menyebutkan adanya ‘indikator baterai pop-up’ khusus untuk kacamata pintar tersebut.
Fitur ini menunjukkan bahwa Galaxy Glasses akan memiliki integrasi erat dengan perangkat Samsung lainnya seperti Galaxy Watch dan Galaxy Buds.
Pengguna nantinya bisa melihat level baterai Galaxy Glasses langsung dari ponsel atau tablet Samsung secara real time.
Berdasarkan informasi ini, hampir dipastikan kacamata pintar Samsung akan diberi nama Galaxy Glasses.
Kabar peluncurannya diperkirakan akan terjadi pada acara Samsung Unpacked musim panas mendatang, tepatnya bulan Juli 2026.
Menurut laporan GSM Arena pada Kamis 29 April 2026, Galaxy Glasses akan mengusung kamera beresolusi 12 megapiksel.
Perangkat ini juga dikabarkan akan dibekali baterai berkapasitas 155 mAh.
Tidak seperti beberapa smart glass lain, Galaxy Glasses tidak akan dilengkapi layar.
Sebagai pengganti, perangkat ini kemungkinan mengandalkan koneksi ke smartphone untuk menampilkan informasi.
Chipset yang digunakan disebut berasal dari Qualcomm, yaitu Snapdragon AR1 yang dirancang khusus untuk perangkat augmented reality.
Konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth juga akan menjadi bagian dari spesifikasi utama perangkat ini.
Sementara itu, bocoran lain mengungkap desain dummy dari jajaran ponsel lipat Samsung tahun 2026.
Termasuk di antaranya adalah Galaxy Z Fold 8, Galaxy Z Flip 8, dan varian baru bernama Galaxy Z Fold 8 Wide.
Foto-foto prototipe tersebut dibagikan oleh leaker ternama Sonny Dickson melalui platform X.
Galaxy Z Fold 8 Wide menarik perhatian karena desainnya yang lebih pendek dan lebar dibandingkan model reguler.
Perangkat ini diduga akan mengusung rasio layar 4:3, yang memberikan area tampilan lebih luas secara horizontal.
Rasio ini dinilai ideal untuk aktivitas seperti membaca, menonton video, dan multitasking.
Desain tersebut juga mirip dengan rumor mengenai calon iPhone Ultra atau iPhone Fold yang sedang dikembangkan Apple.
Perubahan ini dianggap penting karena banyak pengguna mengeluhkan layar depan ponsel lipat yang terlalu ramping untuk digunakan mengetik.
Salah satu fitur menarik lain dari dummy unit ini adalah pola lingkaran di bagian belakang ketiga perangkat.
Pola tersebut diduga terkait dengan sistem magnet atau coil untuk pengisian daya nirkabel.
Besaran dan posisinya mengindikasikan dukungan terhadap standar Qi2, yang merupakan evolusi dari teknologi pengisian nirkabel magnetik.
Qi2 mirip dengan MagSafe milik iPhone, memungkinkan pengguna menempelkan charger atau aksesori lain secara presisi.
Meski belum dikonfirmasi, kehadiran pola ini menunjukkan kemungkinan besar Samsung akan mengadopsi standar Qi2 di lini produk 2026.
Adopsi Qi2 akan memperkuat ekosistem wearable dan perangkat lipat Samsung dengan pengisian daya yang lebih efisien.
Dengan dua pengumuman besar ini, Samsung diprediksi akan membawa inovasi signifikan di sektor wearable dan perangkat lipat pada 2026.
Peluncuran Galaxy Glasses dan varian baru Galaxy Z Fold bisa menjadi langkah strategis untuk memperluas dominasi di pasar teknologi global.








