MEMOTIMES.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax Turbo hingga Dexlite dilakukan sesuai mekanisme pasar dan regulasi yang berlaku.
Adapun kenaikan harga cukup signifikan terjadi pada beberapa jenis BBM. Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.
Baca Juga
Sementara itu, harga BBM lain masih dipertahankan. Pertamax (RON 92) tetap Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter. Untuk BBM subsidi, Pertalite masih di harga Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Bahlil menegaskan, pemerintah hanya mengatur harga BBM subsidi, sedangkan BBM nonsubsidi—yang umumnya digunakan oleh kalangan industri dan masyarakat mampu—mengikuti dinamika pasar global.
Mengacu pada regulasi Kementerian ESDM tahun 2022, BBM dengan nilai oktan tinggi seperti RON 98 (Pertamax Turbo) tidak termasuk kategori subsidi. Karena itu, penyesuaian harga dilakukan berdasarkan pergerakan harga minyak dunia.
Selain itu, bahan bakar jenis solar dengan cetane number (CN) 51 juga masuk kategori nonsubsidi dan diperuntukkan bagi sektor industri serta pengguna dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi.









