Direktur Utama RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid dr. Ellya Niken Prastiwi membeberkan kondisi terkini para korban kecelakaan kereta api yang terjadi pada Senin malam 27 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa jenis luka yang dialami oleh para korban sangat beragam sehingga memerlukan penanganan dari berbagai dokter spesialis.
Baca Juga
Sejumlah pasien telah dijadwalkan untuk menjalani tindakan operasi segera setelah pemeriksaan medis awal selesai dilakukan.
Ellya menyampaikan rasa syukur karena tidak ada pasien korban kecelakaan yang dirawat di RSUD Bekasi dalam keadaan tidak sadar.
Rata-rata korban mengalami luka memar yang tersebar di bagian paha, kaki, hingga area sekitar wajah.
Beberapa pasien juga teridentifikasi menderita patah tulang pada bagian tangan serta kaki dan sedang dipersiapkan untuk prosedur operasi.
Pihak rumah sakit belum memberikan rincian data mengenai klasifikasi korban luka ringan maupun luka berat.
Kategori luka tersebut akan ditentukan secara lebih spesifik oleh tim dokter spesialis yang menangani pasien secara langsung.
RSUD Bekasi telah mengerahkan empat dokter spesialis ortopedi dan total sembilan puluh tenaga spesialis untuk menangani para korban.
Tercatat sebanyak lima puluh empat orang korban kecelakaan kereta api sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit tersebut.
Sebanyak lima belas orang di antaranya telah diperbolehkan pulang pada Selasa pagi karena kondisinya memungkinkan untuk rawat jalan.
Saat ini terdapat sekitar tujuh belas orang pasien yang masih menjalani rawat inap guna mendapatkan pemantauan lebih lanjut.
Pemerintah memastikan bahwa investigasi menyeluruh atas insiden kecelakaan di Bekasi Timur ini akan terus berjalan.









