Penumpukan penumpang terjadi di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, menyusul kecelakaan antara dua kereta KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jawa Barat.
Akibat insiden tersebut, sebagian penumpang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan mereka.
Baca Juga
Salah satu penumpang, Qiyya, memutuskan untuk mengajukan pengembalian dana atau refund atas tiket kereta api yang telah dibelinya.
Ia semula berencana melakukan perjalanan menuju Yogyakarta, kampung halamannya.
Qiyya menghabiskan waktu lebih dari lima jam untuk mengurus proses refund di loket Stasiun Pasar Senen.
Ia mengekspresikan rasa kecewanya terhadap situasi yang tidak pasti tersebut.
Kereta yang seharusnya berangkat pukul setengah satu siang belum juga mendapat konfirmasi keberangkatan hingga sore hari.
Karena tidak ada kejelasan dari petugas, ia memilih untuk membatalkan perjalanannya.
Saya sudah menunggu tiga jam pertama dengan harapan kereta hanya mengalami keterlambatan ringan.
Pada awalnya, saya masih bisa menerima jika hanya tertunda satu atau dua jam.
Namun setelah hampir lima jam tanpa informasi pasti, rasa lelah dan frustrasi mulai menumpuk.
Tidak ada pemberitahuan resmi dari PT KAI mengenai status keberangkatan kereta, apakah akan tetap diberangkatkan atau dibatalkan.
Harapan saya awalnya cuma telat sedikit, yang penting akhirnya bisa berangkat.
Tapi karena pihak KAI tidak memberikan konfirmasi jelas, saya memutuskan untuk tidak menunggu lebih lama.
Lebih baik pulang sekarang daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti sampai malam.
Qiyya adalah salah satu dari banyak penumpang yang akhirnya meninggalkan stasiun tanpa melanjutkan perjalanan.
Kejadian ini menambah daftar keluhan penumpang akibat gangguan layanan perkeretaapian yang dipicu kecelakaan di jalur Bekasi.









