Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rieke Diah Pitaloka mendesak Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk segera menyelidiki perusahaan taksi listrik Green SM.
Desakan tersebut muncul menyusul insiden kecelakaan maut yang terjadi di dekat stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
Baca Juga
Rieke mencurigai adanya praktik predatory pricing yang dilakukan oleh Green SM dengan menawarkan tarif argo paling murah dibanding kompetitor lainnya.
Ia menyatakan bahwa dugaan praktik persaingan tidak sehat ini harus ditindaklanjuti secara serius oleh lembaga pengawas.
Insiden itu sendiri melibatkan kendaraan Green SM yang mogok di perlintasan kereta api sekitar 50 meter dari stasiun.
Kendaraan yang terparkir di rel tersebut kemudian tertabrak kereta api, menyebabkan 15 orang meninggal dunia.
Rieke menekankan pentingnya investigasi menyeluruh terhadap aspek teknis, sistem keselamatan, dan prosedur operasional perusahaan.
Menurutnya, potensi kelalaian perusahaan harus diklarifikasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Ia juga mendorong pembekuan izin operasi Green SM hingga hasil penyelidikan resmi dikeluarkan.
Meskipun KNKT tengah melakukan investigasi, Rieke menilai tindakan preventif harus tetap diambil demi keselamatan publik.
Dugaan gangguan teknis pada kendaraan menjadi salah satu fokus dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.
Sistem keselamatan kendaraan listrik Green SM pun dipertanyakan mengingat lokasi kejadian berada di area padat penduduk.
Peristiwa ini memicu sorotan luas terhadap standar operasional perusahaan transportasi berbasis kendaraan listrik di Indonesia.
Banyak pihak menilai pertumbuhan cepat layanan taksi listrik belum diimbangi dengan regulasi yang memadai.
Rieke menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi publik.
Ia berharap KPPU dan instansi terkait dapat bekerja cepat dan transparan dalam menuntaskan kasus ini.
Pernyataannya disampaikan langsung di lokasi kejadian pada Selasa, 28 April 2026.
Kasus ini turut mengundang perhatian nasional terhadap maraknya layanan transportasi digital di perkotaan.
Green SM sebagai salah satu penyedia jasa taksi listrik dinilai perlu menjalani audit menyeluruh atas operasionalnya.
Rieke menegaskan bahwa harga murah tidak boleh dikorbankan atas nama keselamatan pengguna jalan.









