Suasana duka menyelimuti RS Polri Kramat Jati pada Selasa, 28 April 2026.
Prosesi penyerahan jenazah Nur Ainia Eka Rahmadhyna digelar di rumah sakit tersebut.
Baca Juga
Nur Ainia merupakan salah satu korban meninggal dalam kecelakaan kereta di Bekasi.
Ia juga diketahui sebagai kru produksi Kompas TV yang telah mengabdi selama hampir 11 tahun.
Jenazah diserahkan kepada keluarga dalam peti jenazah dan dibawa menggunakan mobil jenazah.
Kehadiran sang adik, Ian, terlihat mendampingi prosesi penyerahan jenazah.
Teman-teman sejawat dari Kompas TV turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Pemimpin Redaksi Kompas TV, Yogi Arief Nugroho, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
Menurutnya, Nur Ainia dikenal sebagai sosok yang loyal dan berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.
Ia menegaskan bahwa masa bakti selama 11 tahun setara dengan lebih dari separuh usia perusahaan yang akan memasuki tahun ke-15.
Yogi menggambarkan Ainia sebagai pribadi yang luwes dalam pergaulan dan memiliki inisiatif kuat di lingkungan kerja.
“Yang bersangkutan dikenal luas pergaulannya, dikenal baik, inisiatifnya luar biasa, orangnya berkawan dengan siapa pun,” ujarnya.
Nur Ainia menjadi korban dalam insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur.
Kecelakaan tersebut terjadi di wilayah Kota Bekasi dan menimbulkan sejumlah korban jiwa serta luka-luka.
Redaksi Kompas TV resmi menyatakan kehilangan sosok penting dalam struktur produksi mereka.
Pihak stasiun terus memberikan dukungan kepada keluarga almarhumah selama proses pemulangan jenazah.
Insiden ini kembali menggarisbawahi pentingnya evaluasi sistem keselamatan transportasi kereta api di wilayah megapolitan.
Hingga kini, otoritas terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan tersebut.









